taubat
Khutbah Jumat
K
KHOIRUL NGIBAD
30 April 2026
5 menit baca
2 views
أَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ...
أَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Hari ini, di hadapan Alah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kita berkumpul. Mari sejenak kita tadahkan hati, kita resapi kebesaran-Nya. Hari ini, Allah memanggil kita untuk merenungi sebuah jalan spiritual yang paling suci, sebuah amalan yang paling dicintai-Nya, yaitu taubat.
Taubat itu bukan sekadar ucapan lisan, bukan pula sekadar penyesalan sesaat. Taubat adalah panggilan jiwa yang paling dalam, sebuah gerbang pencerahan yang terbuka lebar bagi setiap insan yang menyadari kekhilafannya. Allah SWT berfirman, yang artinya: "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung." (QS. An-Nuur: 31). Beruntung, hadirin sekalian. Siapa yang tidak mendambakan keberuntungan hakiki di dunia dan di akhirat?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kita adalah manusia yang tak luput dari dosa. Kesalahan demi kesalahan mungkin telah kita perbuat, baik yang disengaja maupun yang tak disadari. Lisan kita mungkin pernah tergelincir kepada dusta, pengkhianatan, atau fitnah. Tangan kita mungkin pernah terlumuri perbuatan yang dilarang. Kaki kita mungkin pernah melangkah ke jalan yang sesat. Namun, di balik semua itu, pintu rahmat Allah selalu terbuka. Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang menyesal dan kembali kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya: "Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampunan kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisaa': 110).
Pernahkah terlintas di benak kita, betapa seringnya kita mengabaikan panggilan Allah? Betapa seringnya kita lebih memilih kesenangan dunia yang fana daripada ridha-Nya yang abadi? Betapa seringnya kita tenggelam dalam lautan kelalaian, lupa akan hari perhitungan, lupa akan tatapan malaikat yang mencatat setiap amal perbuatan kita? Ingatlah, hadirin, waktu terus berjalan, detik demi detik berlalu, membawa kita semakin dekat dengan perjumpaan abadi. Dan di saat itulah, penyesalan terdalam takkan lagi berguna.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Taubat yang sebenar-benarnya adalah taubat nasuha. Ia adalah taubat yang memenuhi tiga syarat: penyesalan yang tulus dalam hati, memohon ampunan kepada Allah dengan lisan, dan bertekad kuat untuk tidak mengulangi dosa tersebut selamanya. Serta, jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama, maka disertai dengan pengembalian hak tersebut. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Menyesal adalah taubat." (HR. Ibnu Majah). Betapa dalamnya makna hadits ini. Penyesalan yang membuncah dalam jiwa adalah awal dari segalanya.
Rasulullah SAW mengajarkan kita sebuah doa yang sangat indah, doa yang mencerminkan kerinduan mendalam untuk bertaubat dan memohon ampunan: *"Allahumma inni a'udzubika min zali' shadri wa tasyattuti amri wa dhalali qabri..."* (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan dada, dari kesemrawutan urusan, dan dari kegelapan kubur...) Doa ini menunjukkan bahwa taubat itu bukan hanya untuk kesalahan yang terlihat, tetapi juga untuk segala sesuatu yang dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Bayangkanlah, wahai saudaraku, bagaimana rasanya berdiri di bawah Arsy-Nya di hari kiamat, ketika setiap manusia akan ditanya tentang setiap jengkal usianya, setiap langkah kakinya, setiap kata yang terucap dari lisannya. Alangkah beruntungnya kita jika di saat itu kita dalam keadaan telah bertaubat, telah membersihkan diri dari noda-noda dosa. Allah berfirman, yang artinya: "Kecuali orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Furqan: 70). Sungguh, sebuah janji yang begitu menakjubkan! Keburukan yang kita lakukan diganti menjadi kebaikan. Inilah rahmat Allah yang tak terbatas.
Namun, janganlah kita terlena. Allah memiliki sifat adil, dan azab-Nya begitu pedih bagi mereka yang enggan bertaubat. Neraka Jahannam membentang, berisi siksaan yang tak terbayangkan oleh akal manusia. Api yang membara, suara gemuruh yang mengerikan, dan kepedihan yang tiada tara. Ingatlah firman Allah: "Dan peliharalah dirimu dari siksaan (yang datang pada) hari saat (amal) tidak dapat membayar (balasan) bagi seseorang pun, dan (pada hari itu) tebusan darinya tidak dapat diterima dan pertolongan darinya juga tidak dapat berguna bagi dirinya." (QS. Al-Baqarah: 48).
Oleh karena itu, marilah kita renungi kembali diri kita. Adakah di hati kita sisa-sisa kesombongan yang menjauhkan kita dari rahmat-Nya? Adakah kebencian yang masih tersimpan terhadap sesama, padahal Allah memerintahkan kita untuk saling mencintai? Adakah kelalaian yang terus menerus kita pelihara, melupakan kewajiban kita sebagai hamba-Nya? Jika ada, maka inilah saatnya untuk bertaubat. Inilah saatnya untuk membersihkan hati.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, seberapa pun banyak dosa yang kita lakukan. Pintu taubat senantiasa terbuka, bahkan hingga matahari terbit dari barat. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta’ala membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan Dia membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, sampai (matahari) terbit dari barat." (HR. Muslim). Sungguh, betapa pengasihnya Tuhanku.
Mari, hadirin sekalian, kita angkat tangan kita, kita tundukkan kepala kita, kita hadirkan penyesalan yang tulus dalam dada. Marilah kita bersimpuh di hadapan-Nya, memohon ampunan atas segala khilaf dan dosa. Ya Allah, terimalah taubat kami. Anugerahkanlah kami kekuatan untuk senantiasa berada di jalan-Mu. Ciptakanlah dalam hati kami kerinduan untuk selalu mendekat kepada-Mu. Jauhkanlah kami dari siksa neraka dan kabulkanlah kami menjadi penghuni surga-Mu. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.